Rabu, 24 Oktober 2012

LINGKUNGAN - TANAMAN OBAT ==> Takokak


 Takokak sebagai tanaman obat


Takokak atau terung pipit (Solanum torvum ) adalah tumbuhan dari suku terung-terungan (Solanaceae) yang buah dan bijinya dipakai sebagai sayuran atau bumbu. 
Nama lain di daerah-daerah adalah rimbang (Batak Toba, Minangkabau) dan tekokak

Tumbuhan ini diduga berasal dari Amerika Serikat tropis dan Hindia Barat namun sudah dikenal lama oleh masyarakat Indian mulai dari Meksiko sampai Brasil. Tumbuhan ini sekarang sudah menyebar di seluruh daerah tropis di dunia. Untuk tumbuh, ia memerlukan curah hujan minimal 1000 mm per tahun dan mampu bertahan hidup hingga ketinggian 2000 m.
Pohon kecil tahunan dan dapat mencapai tiga meter tingginya atau kadang-kadang lebih. Batangnya berambut dan berduri. Daunnya bercangap dan permukaannya ditutupi rambut tipis yang agak rapat. Mahkota bunganya berwarna putih, berjumlah lima. Kepala sari besar dan tegak, menutupi putiknya. Buah mudanya berwarna hijau, yang setelah masak menjadi kuning, dengan diameter rata-rata satu cm.
Takokak tumbuh di kebun atau di halaman pada tanah yang tidak terlalu berair dan cukup sinar matahari.
 
Buah, bunga, dan daun takokak mengandung saponin dan flavonoid. Bunga dan daun mengandung alkoloid dan tanin. Akar mengandung zat jurubine. Daun mengandung neo-chlorogenin, panicolugenin. Buah kering mengandung solasonin 0,1 %. Sementara buah mentah mengandung chlorogenin, sisalagenon, torvogenin, dan vitamin A.


Buah takokak muda dimakan untuk lalapan atau diolah dengan cara dimasak/disayur.
Pohon takokak dikenal tahan penyakit yang menyerang batang dan biasa dijadikan batang bawah untuk terung.
Buahnya bisa dimakan, baik yang muda maupun yang tua. Orang mandailing / tapanuli biasanya menggunakan rimbang sebagai campuran sayur daun ubi tumbuk (daun singkong tumbuk), penggunaan buah takokak umum di dalam masakan Sunda, dan diperlakukan seperti ranti (leunca), yaitu dijadikan lalap atau dimasak sayur.


-  Buah dimakan mentah atau direbus terlebih dahulu,  biasanya      dimakan bersama sambal.
-  Buah ditumis sebanyak 200 g dengan campuran tauco dan cabai.
-  Buah takokak sebanyak 200 g dimasak sebagai sayur santan dengan campuran daun singkong.

Untuk obat penurun tekanan darah tinggi, ambil sekitar 40 g buah segar, cuci bersih, lalu makan sebagai lalap.

Obat alami lemah jantung, caranya yaitu dengan mengkonsumsi buah takokak dengan cara dimakan biasa sebagai lalapan mentah saat makan nasi 1-2 kali sehari.

(Dari berbagai sumber)



Senin, 22 Oktober 2012

PENDIDIKAN - BHS SUNDA ==> Istilah tangkal/daun

Istilah Patali jeung Tatangkalan/Daun


LINGKUNGAN - TANAMAN OBAT ==> Jengkol


Buah Jengkol ( Pithecellobium sp)sebagai Tanaman Obat.


Jering atau jengkol ( Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) merupakan  tumbuhan khas diyang terdapat di  wilayah Asia Tenggara.
Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan.

Jengkol merupakan makanan yang mempunyai aroma/bau yang khas dan tidak semua orang menyukainya, penyebab bau tersebut karena bji/buah jengkol  mengandung  asam amino yang didominasi unsur Sulfur (S) atau belerang. Aromanya agak menyerupai petai tetapi lebih lemah, namun bau tidak demikian bila sudah dibuang dari urin.


Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap/mentah

 
Bau jengkol dapat dikurangi dengan cara  perendaman dan perebusan, dimana kedua proses tersebut selain bermanfaat untuk melunakkan biji jengkol, juga berperan dalam mengurangi bau tak sedap.

Hubungan jengkol dengan kesehatan
 
Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung.
Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga tanaman jengkol bermanfaat dalam konservasi tanah dan air.
Biji jengkol dapat dimakan segar ataupun diolah, menjadi masakan.
Jengkol sesungguhnya termasuk bahan pangan kaya gizi. Hasil penelitian memperlihatkan, jengkol kaya karbohidrat, protein, vitamin A, B, dan C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Kandungan protein jengkol cukup  baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan  masih lebih tinggi daripada tempe (18,3 gram per 100 gram bahan).
 

Dalam 100 gram biji jengkol, terkandung energi 133 kkal, protein 23,3 gram, karbohidrat 20,7 gram, vitamin A 240 SI, vitamin B 0,7 mg, vitamin C 80 mg, fosfor 166,7 mg, kalsium 140 mg, besi 4,7 mg, dan air 49,5 gram. Sebagai catatan, angka kecukupan gizi vitamin C yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa. Ini berarti, untuk memenuhi kebutuhan vitamin C per hari, kita cukup mengonsumsi jengkol sekitar 100 gram.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala- gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, sulit berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi.
Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan.

Jengkol juga sangat baik bagi kesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/ 100 gram. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh.


Selain bau, jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena mengkonsumsi jengkol terlalu berlebihan, dimana hal ini dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan".
Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam.
Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi.



Manfaat jengkol atau jering diantaranya

> Mencegah anemia
Jengkol cukup kaya akan zat besi, yaitu 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat   menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi. Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan.
Remaja, wanita hamil, ibu menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Di dalam tubuh, besi sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi.

> Mencerdaskan otak, daya ingat  dan baik untuk syaraf otak
 Protein juga memberikan efek menenangkan otak. Protein membantu otak bekerja dengan cepat dalam menerima pesan. Bagi anak-anak, protein sangat berperan untuk perkembangan tubuh dan sel otaknya. Pada orang dewasa, apabila terjadi luka memar dan sebagainya, protein dapat membangun kembali sel-sel yang rusak.

Selain hal tersebut diatas sesuai dengan kandungan yang dimilikinya tentu saja jengkol memberikan manfat yang lain